Home / Renungan / HIDUP DALAM DIMENSI ILLAHI


HIDUP DALAM DIMENSI ILLAHI


HIDUP DALAM DIMENSI ILLAHI

HIDUP DALAM DIMENSI ILLAHI

"Bersiaplah, pergi ke Sarfat  yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda  untuk memberi engkau makan." 1 Raja-raja 17:9

 

Selama kita hidup, kita akan mengalami yang namanya pergumulan atau masalah dalam hidup kita. Tetapi kita harus meyakini bahwa setiap pergumulan tersebut ada rencana Tuhan yang indah bagi kehidupan kita, yaitu dimana Tuhan akan membawa kita masuk dalam Dimensi Allah. Sebuah keadaan dimana Allah yang bekerja dan berkuasa dalam hidup kita. DIMENSI ILAHI ADALAH SUATU UKURAN/KEADAAN YANG TIDAK AKAN PERNAH KITA PAHAMI. Bagaimana kita dapat hidup dalam Dimensi ILLAHI?

  1. Hidup dalam Ketaatan Penuh.

 1 Raja-raja 17:9 "Bersiaplah, pergi ke Sarfat  yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda  untuk memberi engkau makan." 1 Raja-raja 17:10 Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum.  "

Elia melakukan seperti yang Tuhan mau. Ia taat akan kehendak Tuhan. Secara kasad mata, Elia juga tahu bahwa Sidon juga mengalami kekeringan dan kelaparan, sebuah keadaan yang sama. Tetapi ketaatannya kepada kehendak Tuhan justru membuat hidupnya terpelihara sempurna.

  1. Berani Berkorban

1Raja-raja 17:11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." 1 Raja-raja  17:13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. 

Mengapa terkadang kita sulit berkorban? KITA SULIT BERKORBAN SEBETULNYA KARENA RASA TAKUT. Kita harus jujur bahwa sebenarnya Rasa Takut itulah yang menghambat kita untuk dapat berkorban/memberi. Kita takut uang kita kurang kalau kita memberi. Kita takut uang kita tidak akan cukup kalau kita memberi perpuluhan, dan rasa takut lainnya saat kita mau berkorban bagi Kristus. Karena itu belajarlah mengalahkan rasa takut kita dengan berani berkorban bagi Kristus.

  1. Percaya Penuh

1 Raja-raja 17:16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.  Dalam setiap keadaan kita harus belajar percaya kepada Tuhan bahwa rencanaNya pasti indah dalam hidup kita. Percayalah dan taat akan setiap rencanaNya karena pada saat kita mempercayakan hidup kita kepadaNya maka kita akan melihat Dimensi Illahi yang indah bagi kita. Amin




Renungan Terbaruview all

PENTINGNYA BERSYUKUR

access_time07 Februari 2023 12:09:11

PENGHARGAAN ILAHI

access_time07 Februari 2023 12:04:29

KEUANGAN YANG SEHAT

access_time07 Februari 2023 11:58:41

Recharge Your Soul Terbaruview all

BEKERJA DENGAN HATI

access_time 18 Maret 2020 09:23:39 folder_open 2.105

TAYLOR MORRIS

access_time 11 Maret 2020 08:16:18 folder_open 5.426

PENGAMPUNAN

access_time 05 Maret 2020 08:28:32 folder_open 1.605
menu
menu