Home / Renungan / YESUS HADIR SAAT KITA KUATIR


YESUS HADIR SAAT KITA KUATIR


YESUS HADIR SAAT KITA KUATIR

“Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”” Lukas 24 : 31-32

Seperti kedua orang murid yang sedang menempuh perjalanan ke Emaus, kitapun juga sedang menempuh sebuah perjalanan kehidupan. Sebuah perjalanan yang tidak selalu lurus dan mulus. Ada kalanya persoalan dan tantangan. Akan tetapi, peristiwa perjalanan ke Emaus bukan sekadar perjalan ‘pulang kampung’ kedua murid itu, melainkan sebuah perjalanan melarikan diri dari realitas karena mereka sedang mengalami kekuatiran dan kehilangan pengharapan. Di dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin pernah mengalami “perjalanan-perjalanan menuju Emaus” ini, yaitu di saat kita kuatir dan tidak sanggup lagi untuk mengisi kehidupan ini dengan semangat baru. Percayalah bahwa Tuhan selalu hadir dan menyertai. Maka, amat penting bagi kita untuk mau menghentikan langkah sejenak, berhenti dari kesibukan, aktivitas dan pekerjaan kita untuk merenung, berefleksi dari kisah perjalanan ke Emaus ini.

Pertama, perjalanan ke Emaus adalah sebuah ‘perjalanan iman.’ Perjalanan iman senantiasa diperhadapkan dengan bongkahan-bongkahan kesukaran, kesedihan, kekecewaaan dan pergumulan-pergumulan hidup lainnya. Itu semua bagian dari naik turunnya perjalanan iman, tetapi juga terdapat harapan dan optimisme di masa depan.

Kedua, perjalanan ke Emaus adalah sebuah ‘perjumpaan yang mengubahkan.’ Kedua murid tersebut baru benar-benar mengalami perjumpaan dengan Yesus ketika mereka mengundang-Nya untuk bermalam di tempat mereka. Ketika kita mengajak-Nya tinggal dalam hidup dan hati kita, dan terus menyadari keberadaan-Nya, maka di situlah perjumpaan yang mengubahkan terjadi.

Ketiga, perjalan ke Emaus adalah sebuah ‘komitmen untuk bertindak.’ Setelah mengalami perjumpaan dengan Yesus, kedua orang yang tadinya dipenuhi kekuatiran, dukacita dan kekecewaan, kini mengalami sukacita dan kekuatan. Kemudian, mereka bergegas kembali ke Yerusalem dan bersemangat untuk menyampaikan kabar sukacita itu kepada orang lain.

Menyadari kehadiran Tuhan dalam berbagai peristiwa kehidupan, lalu mengalami perjumpaan yang mengubahkan melalui kehadiran-Nya, kemudian perjumpaan yang mengubahkan itu menolong kita menghadirkan Kristus dalam kehidupan.




Renungan Terbaruview all

KASIH DAN KEADILAN

access_time26 Oktober 2021 10:16:55

MENDAPAT KASIH KARUNIA DI MATA TUHAN

access_time19 Oktober 2021 12:58:49

MENIKMATI KASIH KARUNIA TUHAN

access_time19 Oktober 2021 12:56:08

Recharge Your Soul Terbaruview all

BEKERJA DENGAN HATI

access_time 18 Maret 2020 09:23:39 folder_open 963

TAYLOR MORRIS

access_time 11 Maret 2020 08:16:18 folder_open 4.816

PENGAMPUNAN

access_time 05 Maret 2020 08:28:32 folder_open 846
menu
menu