Home / Motivasi / Kapten & Mercusuar


Kapten & Mercusuar


Kapten & Mercusuar

Pada malam hari, sebuah kapal berlayar di tengah lautan. Kabut yang tebal menghalangi jarak pandang sehingga kapal tersebut kehilangan arah dan melenceng ke arah timur. Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kapten dan awaknya menjadi sangat hati-hati dan waspada.
Tidak berapa lama, mereka melihat cahaya dari kejauhan. Cahaya tersebut seakan sedang menuju ke mereka. Melihat itu, Sang kapten meyakini bahwa cahaya tersebut berasal dari sebuah kapal yang juga kehilangan arah karena kabut tebal.
Takut terjadi tabrakan, mereka akhirnya mengirim pesan bernada keras kepada sumber cahaya tersebut dengan cepat. “Alihkan kapal Anda dua puluh lima derajat ke Utara atau Anda akan menabrak kami!”
Jawaban yang diterima cepat dan tegas. “Kami tidak bisa mengubah haluan kami. Anda yang harus mengubah arah dua puluh lima derajat ke Selatan segera!”
Hal ini langsung membuat Sang kapten marah. Dia kemudian berteriak, “Ini adalah kapten memberi peringatan kepada Anda. Ubah arah Anda ke Utara! Hindari tabrakan!” “Tidak ada cara, Kapten! Ini adalah mercusuar. Beralihlah ke selatan dan selamatkan diri,” jawab penjaga mercusuar tersebut sambil panik. 
Sadar akan bahaya, kapten segera menyingkirkan ego-nya dan membalikkan arah kapal menjauh dari pantai secepatnya. Bersyukur, kapal dapat menghindari kecelakaan besar tepat pada waktunya.
Situasi yang sama, juga kerap terjadi dalam kehidupan kita. Seperti Sang kapten yang bersikeras bahwa orang lain yang harus berubah untuk kepentingan kita. Bukannya semakin baik, situasi justru bisa semakin buruk bila kita membiarkan ego dalam menangani konflik. Padahal solusi untuk konflik adalah sebaliknya, yakni dengan siap mengorbankan ego masing-masing. 
“Berpegang pada kemarahan seperti menggenggam bara panas dengan maksud melemparkan itu pada orang lain, maka Anda adalah orang yang akan dibakar.” Bila tidak ingin situasi semakin buruk, sebaiknya hindari argumen dengan kemarahan. Karena kemarahan 'anger' adalah satu kata pendek dari bahaya 'danger'. 
Pengkhotbah 10:4 "Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar."

 




Renungan Terbaruview all

KEBAIKAN TIDAK BERSYARAT

access_time30 November 2021 11:41:14

MENGATASI KEPAHITAN HATI

access_time23 November 2021 11:20:27

SEHAT ROHANI

access_time16 November 2021 11:46:26

Recharge Your Soul Terbaruview all

BEKERJA DENGAN HATI

access_time 18 Maret 2020 09:23:39 folder_open 1.046

TAYLOR MORRIS

access_time 11 Maret 2020 08:16:18 folder_open 4.898

PENGAMPUNAN

access_time 05 Maret 2020 08:28:32 folder_open 869
menu
menu